BAB I
DASAR - DASAR IRIGASI
A. TUJUAN STRUKSIONAL KHUSUS (TM)
Adapun yang menjadi tujuan instruksional
khusus dalam bab ini adalah bahwa
setelah mengikuti kuliah, mahasiswa akan
dapat :
1. Menjelaskan pengertian dan tujuan irigasi
2. Menjelaskan pengaruh iklim, siklus air dan
topografi
3. Menjelaskan kaitan saluran irigasi dan
drainase
4. Menjelaskan satuan air dalam irigasi
5. Menjelaskan pembagian daerah irigasi.
Dalam bab ini mahasiswa diharapkan mengikuti
materi kuliah dengan memiliki
literatur pokok yaitu Bahan Ajar Irigasi I,
Kriteria Perencanaan Irigasi (KP), Petunjuk
Perencanaan Irigasi serta literatur lain yang
berkaitan dengan materi – materi yang dibahas
dalam perkuliahan ini serta dalam perkuliahan
menggunakan metode ceramah dan tanya
jawab serta pembahasan soal - soal.
B. PENDAHULUAN
Sebagaimana halnya penduduk dunia yang
meningkat terus, kebutuhan makanan
dan bahan-bahan sandang untuk masyarakat juga
akan meningkat. Masyarakat yang
mempunyai pengetahuan tentang irigasi akan
ditantang untuk mencari penyelesaian
masalah kebutuhan makanan dan bahan - bahan
sandang tersebut. Air harus harus
disediakan untuk tanah yang lebih luas, tanah
yang tandus menjadi sangat produktif
apabila ada air irigasi. Produktivitas tanah
yang sekarang menghasilkan makanan dan
bahan-bahan sandang yang mengandalkan curah
hujan alamiah secara umum dapat
ditingkatkan secara bermakna dengan pemakaian
air irigasi.
Irigasi adalah kegiatan-kegiatan yang
bertalian dengan usaha mendapatkan air
untuk sawah, ladang, perkebunan dan lain-lain
usaha pertanian, dan dalam tujuan irigasi
dibahas tujuan irigasi secara langsung adalah
membasahi tanah dan tujuan irigasi secara
tidak langsung mencakup antara lain :
mengatur suhu, membersihkan, memberantas hama,
mempertinggi permukaan air tanah,
penggelontoran dan kolmatasi.
1
Pengaruh iklim, siklus air dan topografi
mambahas pengaruh iklim yang berkaitan
dengan suhu udara dan suhu udara berpengaruh
pada penguapan dan transpirasi yang
membahas pengaruh siklus air yang memberikan
gambaran tentang prosesnya air di alam
mengalami penguapan karena faktor angin dan
panas matahari, uap tersebut membubung
tinggi ke atas sampai pads titik tertentu
mengalami penggumpalan air berupa awan, karena
tebal, luas dan berat maka gumpalan air
berupa awan itu jatuh dalam bentuk hujan jatuh ke
bumi, tanaman laut, sungai dan danau ada yang
bermuara pada areal baru sehingga terjadi
penguapan pula, sehingga proses ini
berlangsung terus sepanjang waktu dalam kurun
waktu tak terhingga, dan terakhir pengaruh
topografi yaitu pengaruh tinggi rendahnya
permukaan tanah terhadap daerah yang
memberikan keuntungan atau kerugian bagi
masyarakat penghuni daerah tersebut.
Dalam kaitan saluran irigasi dengan saluran
drainase disini dibahas tentang fungsi
saling menunjang dan berkaitan tetapi di
dalam proses perencanaannya ditentukan oleh
faktor atau dasar asumsi yang berbeda.
Satuan air kolam irigasi dibahas tentang
tebal air, volume air, debit air dan satuan
air yang digunakan oleh negara lain.
Pembagian daerah irigasi disini membahas tentang
pembagian suatu daerah irigasi dari
petak-petak yang lebih besar ke petak-petak yang lebih
kecil seperti : petak primer yang merupakan
petak terbesar, petak sekunder, petak tersier
sampai petak kwarter yang merupakan petak
terkecil.
D. POKOK MATERI
1.1. PENGERTIAN DAN TUJUAN .IRIGASI
1. Pengertian Irigasi.
Yang dimaksud dengan istilah irigasi adalah
kegiatan - kegiatan yang bertalian dengan
usaha mendapatkan air untuk sawah, ladang,
perkebunan dan lain-lain usaha pertanian,
rawa - rawa, perikanan. Usaha tersebut
terutama menyangkut pembuatan sarana dan
prasarana untuk membagi-bagikan air ke
sawah-sawah secara teratur dan membuang air
kelebihan yang tidak diperlukan lagi untuk
memenuhi tujuan pertanian. Masih sering kita
jumpai istilah irigasi ini diganti dengan
istilah "Pengairan". Untuk sementara istilah irigasi
kita anggap punya pengertian yang sama dengan
istilah pengairan.
2
2. Tujuan Irigasi
Dalam tujuan irigasi dibahas : tujuan irigasi
secara langsung dan secara tidak langsung.
a.
Tujuan irigasi secara langsung
Tujuan irigasi secara langsung adalah
membasahi tanah, agar dicapai suatu kondisi
tanah yang baik untuk pertmbuhan tanaman
dalam hubungannya dengan prosentase
kandungan air dan udara diantara butir-butir
tanah. Pemberian air dapat juga
mempunyai tujuan sebagai pengangkut
bahan-bahan pupuk untuk perbaikan tanah.
b.
Tujuan irigasi secara tidak langsung
Tujuan irigasi secara tidak langsung adalah pemberian air yang
dapat menunjang usaha
pertanian melalui berbagai cara antara lain :
1.
Mengatur suhu tanah, misalnya pada suatu daerah suhu tanah terlalu
tinggi dan
tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman maka
suhu tanah dapat disesuaikan
dengan cara mengalirkan air yang bertujuan
merendahkan suhu tanah.
2.
Membersihkan tanah, dilakukan pada tanah yang tidak subur akibat adanya
unsur-
unsur racun dalam tanah. Salah satu usaha
misalnya penggenangan air di sawah
untuk melarutkan unsur-unsur berbahaya
tersebut kemudian air genangan dialirkan
ketempat pembuangan.
3.
Memberantas hama, sebagai contoh dengan penggenangan maka Jiang tikus
bisa
direndam dan tikus keluar, lebih mudah
dibunuh.
4.
Mempertinggi permukaan air tanah, misalnya dengan perembesan melalui
dinding-
dinding saluran, permukaan air tanah dapat
dipertinggi dan memungkinkan
tanaman untuk mengambil air melalui akar-akar
meskipun permukaan tanah tidak
dibasahi.
5.
Membersihkan buangan air kota (penggelontoran), misalnya dengan prinsip
pengenceran karena tanpa pengenceran tersebut
air kotor dari kota akan
berpengaruh sangat jelek bagi pertumbuhan
tanaman.
6.
Kolmatasi, yaitu menimbun tanah-tanah rendah dengan jalan mengalirkan
air
berlumpur dan akibat endapan lumpur tanah
tersebut menjadi cukup tinggi
sehingga genangan yang terjadi selanjutnya
tidak terlampau dalam kemudian
dimungkcinkan adanya usaha pertanian.
3
1.2.
PENGARUH IKUM, SIKLUS AIR DAN TOPOGRAFI
1.
Pengaruh iklim
Iklim mempunyai kaitan dengan suhu udara dan
suhu udarapunya pengaruh pada
evaporasi dan transpirasi. Terjadinya
perbedaan suhu udara merupakan salah satu
sebab terjadinya angin dan angin tersebut
berpengaruh pula pada laju penguapan.
Di Indonesia dikenal dua musim yaitu musim
kemarau dan musim penghujan,
dengan ciri utama banyak hujan pada musim
penghujan dan jarang hujan pada
musim kemarau.
2.
Pengaruh Siklus Air
Hidrologi telah memberitahukan adanya siklus.
Kita membutuhkan air
untuk mengairi tanaman dengan kualitas dan
kuantitas yang sesuai menurut
kebutuhan tanaman agar berproduksi maksimum
pada waktu yang diharapkan.
Sayanglah adanya bahwa sirkulasi air yang
berlangsung tidak merata dan
distribusi air di alam tidak berlangsung
sesuai kebutuhan tanaman ditiap-tiap
daerah pertanian.
Ketidakmerataan sirkulasi air itu menimbulkan
persoalan-persoalan bagi
pemakai air termasuk para petani. Pada suatu
saat petani bisa mendapat air yang
berlebihan sampai mengganggu usaha pertanian,
tetapi pada saat lain bisa sangat
kekurangan air sehingga tanaman tidak bisa
tumbuh dengan baik. Pada daerah
tertentu bahkan terjadi banjir pada musim
penghujan dan dilanda bahaya
kekurangan air pada musim kemarau.
Siklus air ini dimulai dari penguapan pada
daratan, sungai, danau dan
lautan, uap air ini membumbung tinggi pada
ketinggian tertentu air itu
menggumpal menjadi gumpalan awan, dalam kurun
waktu tertentu suhu semakin
rendah gumpalan awan menjadi tebal dan berat
maka karena sinar matahari awan
itu jatuh berupa hujan yang diterpa angin
kemudian jatuh di bumi melalui darat,
sungai, danau, laut terus masuk ketanah
sebagian sebagai limpasan kemudian air
ini kemabali menguap dan selanjutnya berputar
tak henti-hentinya sehingga
merupakan siklus yang tak pernah berhenti.
4
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Gambar I.1 Siklus Air
3. Pengaruh Topografi
Topografi daerah seringkali kurang
menguntungkan. Hujan yang jatuh
airnya sebagian mengalir dipermukaan menuju
tempat yang rendah bahkan
akhirnya sebagian besar air hujan berada pada
tempat-tempat yang lebih rendah
dari permukaan tanah daerah sekitarnya.
Apabila pada suatu saat suatu daerah
kekurangan air terpaksa berpaling pada air
pada tempat-tempat yang rendah
tersebut. Jadi pada suatu saat petani bisa
diganggu air berlebihan dan perlu
memikirkan saluran drainase pada saat lain
bisa kekurangan air dan perlu
memikirkan saluran pemberi untuk mengalirkan
air ke tempat yang
membutuhkan, tetapi karena sebagian besar air
berada pada tempat yang rendah
maka umumnya ada masalah tenaga untuk
mengalirkan air tersebut.
5




