Wednesday, April 24, 2019

ALAT BERAT DAN PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS MUATAN



1.      BULDOZER


Pengertian Bulldozer dan Fungsi Bagian-bagiannya
Fungsi bagian-bagian umum bulldozer
1)      Di bagian depan bulldozer, terdapat blade yang berfungsi untuk mendorong dan memotong permukaan tanah. Kemudian di bagian belakang unit terdapat ripper yang berfungsi untuk menghancurkan structure permukaan tanah.
2)      Bagian tengah unit terdapat frame tempat kedudukan track shoe, kemudian di atas track frame terdapat komponen engine sebagai penggerak utama unit dan radiator yang digunakan untuk mendinginkan engine.
3)      Belakang engine, terdapat power train system yang berfungsi untuk mengatur pergerakan unit saat travelling dan hydraulic system untuk mengatur pergerakkan dari attachment. Di atas power train terdapat cabin sebagai tempat pengoperasian unit oleh operator. Dan di atas cabin, dipasang ROPS cannopy yang digunakan untuk melindungi operator pada saat unit mengalami insiden terguling.
Jenis pekerjaan yang biasanya menggunakan dozer atau buldozer adalah :
  1. Mengupas top soil dan pembersihan lahan dari pepohonan.
  2. Pembukaan jalan baru.
  3. Memindahan material pada jarak pendek sampai dengan 100 m.
  4. Membantu mengisi material pada scraper.
  5. Menyebarkan material.
  6. Mengisi kembali saluran.
  7. Membersihkan quarry.
Ada dua macam alat penggerak dozer atau buldozer, yaitu roda crawler dan roda ban. Alat penggerak dozer umumnya adalah crawler. Jenis dozer beroda crawler terbagi menjadi ringan, sedang dan berat. Jenis ini digunakan untuk menarik dan mendorong beban berat serta mampu bekerja pada permukaan kasar dan berair. Sedangkan dozer beroda ban dapat bergerak lebih cepat sehingga lebih ekonomis. Pemakaian alat ini umumnya pada permukaan seperti beton dan aspal. Dilihat dari jarak tempuh maka dozer beroda ban mempunyai jarak tempuh lebih besar daripada crawler dozer.

Cara menghitung kapasitas produksi
Kapasitas produksi Bulldozer menurut Peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai berikut


Dozing.
Untuk menentukan kapasitas produksi / jam sebuah bulldozer saat melakukan dozing / excavating operation,dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :
Productivity Bulldozer

Ø  Produksi per cycle ( q ).

q = q1 x a
Dimana :  q1 = Kapasitas blade bulldozer dalam m³ atau yd³.           a = Blade fill factor.




Berikut adalah tabel blade fill factor :
Tabel blade fill factor

Ø  Cycle Time ( Cm ).

Adalah waktu yang dibutuhkan oleh bulldozer untuk melengkapi 1 putaran ( mendorong muatan / dozing,mundur / reversing dan perpindahan gigi / gear shifting ).
  • Kecepatan Maju dan Mundur  (F ).                                                                        Sesuai denganaturan,kecepatan untuk maju bulldozer adalah 3-5  km/jam, sedangkan untuk mundur adalah 5-7 km/jam.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk perpindahan gigi / gear shifting.
Gear shifting

Ø  Grade factor ( e ).
Kemampuan produksi bulldozer juga dipengaruhi oleh grade permukaan lokasi operasi bulldozer saat unit tersebut mendorong beban.Untuk menentukan berapa besar grade factor berdasarkan grade permukaan lokasi operasi alat,bisa dilihat pada grafik dibawah :

Grafik grade faktor
Ø  Job Efficiency ( E ).
Dibawah ini bisa dilihat panduan untuk menentukan job efficiency suatu alat,panduan ini hanyalah secara garis besarnya saja,untuk mendapatkan gambaran produksi yang aktual tentukan efisiensi menurut kondisi operasi aktual alat.

Job efficiency

Ripping
Kapasitas produksi bulldozer saat melakukan ripping sangat sulit sekali untuk dihitung,karena tergantung dengan kondisi material yang akan di ripping,metode pengoperasian alat dan skill operator. Tetapi dari data yang tersedia pada buku Spec. Handbook masing-masing merk alat, disitu bisa kita lihat hubungan antara seismic velocity ( kecepatan aliran / rambat gelombang saat melewati suatu material, dimana dengan metode ini kekerasan dari material bisa ditentukan ) dengan kapasitas produksi. Lihat gambar dibawah ( disini saya ambilkan contoh untuk unit bulldozer D375 ).

Seismic velocity D375A-5




Ripping dan Dozing.
Saat unit melakukan operasi ripping dengan normal,maka operasi dozing dan ripping akan dilakukan secara bergantian namun berulang-ulang. Untuk menghitung produksi dari kedua operasi tersebut ( dozing dan ripping ) maka bisa digunakan rumus sebagai berikut :

Ripping dan dozing

Kemudian masukkan angka - angka yang sesuai dengan spec dari jenis bulldozer yang anda gunakan, barulah anda akan dapatkan kapasitas produksi dari dozer yang anda gunakan.


2.      ALAT GALI

a.       Excavator Back Hoe
Back Hoe yaitu sejenis excavator dengan fungsi sebagai pengeduk dengan arah kebelakang. Alat berat ini merupakan Alat berat yang paling dikenal oleh masyarakat, karena di setiap kegiatan pemindahan tanah mekanis selalu ada alat seperti ini.

Hasil gambar untuk gambar alat berat excavator back hoe


Cara menghitung kapasitas produksi
-          Kapasitas bucket (v)                           = 0,93
-          Factor kembang material (Fk)             = 1,20 (mudah)
-          Factor bucket                                      = 0,90 (pemuatan ringan)
-          Factor efisiensi kerja   (Fa)                  = 0,83 (memuaskan)
-          Waktu gali/memuat (tl)                       = 0,32 menit
-          Waktu lain-lain (t2)                             = 0,10 menit
-          Waktu siklus (ts1)                               = t1 + t2 = 0,42 menit
-          Kapasitas produksi Q1                        =
=   = 

b.      Power shovel
Hasil gambar untuk fungsi alat gali power shovel
Power Shovel merupakan alat berat gali dan muat tambang yang sering digunakana berupa skop mekanasi yang amat besar. Alat ini digerakkan oleh mesin uap, mesin bensin, mesin diesel,atau dapat juga motor listrik. Ukuran alat ini ditentukan oleh besarnya sekop yang dapat digerakkan, baik dalam arah horizontal maupun vertikal. Ukuran skop Power Shovel kecil berkisar ½ sampai 2 yard3 (1 yard = 3 ft = 90 cm) atau sekitar 0,36 m3 sampai 1,56 m3; ukuran sedang berkisar 2 sampai 8 yard3 ( 1,56-18,2 m3), dan ukuran besar 8 – 35 yard3 (18,2 – 25,5 m3).
Dengan memberikan shovel attachment pada excavator, maka didapatkan alat yang disebut dengan power shovel. Alat ini baik untuk pekerjaan menggali tanah tanpa bantuan alat lain, dan sekaligus memuatkan ke dalam truk atau alat angkut lainnya. Alat ini juga dapat untuk membuat timbunan bahan persediaan (stock pilling ). Pada umumnya power shovel ini dipasang di atas crawler mounted, karena diperoleh keuntungan yang besar antara lain stabilitas dan kemapuan floating nya. Power shovel di lapangan digunakan terutama untuk menggali tebing yang letaknya lebih tinggi dari tempat kedudukan alat.

Ø  Cara menghitung kapasitas produksi
Sebuah shovel bucket 1 cu-yd menggali tanah lempung keras berupatebing dengan ketinggian 2,30 meter. Sudut putar (swing ) 75⁰, kondisi medansedang, kondisi manajemen baik. Berapakah produksi  shovel per jamnya?
Hitungan : Dari Tabel

Produksi ideal power shovel dan tinggi gali optimal untuk tanah lempung keras dengan ukuran bucket 1 cu-yd diperoleh :
o   Produksi ideal 145 cu-yd/jam (BM)
o   Tinggi gali optimal 9 ft = 2,75 meter
o   % gali optimal = (2,30/2,75) x 100% = 83,64
o   Swing 75⁰ dari Tabel Faktor koreksi sudut putar dan % tinggi gali optimal pada  produksi power shovel diperoleh faktor koreksi 1,05 (interpolasi lurus).
Keadaan medan sedang ; keadaan manajemen baik, dari Tabel Faktor koreksi keadaan medan dan keadaan manajemen ; faktor koreksi 0,69 medan
 
 Jadi produksi shovel : = 145 x 1,05 x 0,69 = 105, 05 cu-yd/jam (BM) atau = 80,32

c.       Bucket Wheel Excavator
Pengertian dan Fungsi Alat Berat Bucket Wheel Excavator
Fungsi Alat Berat Bucket Wheel Excavator (BWE). BWE adalah alat gali untuk pemindahan tanah, alat ini sesuai untuk digunakan pada material tanah penutup, baik itu berupa lapisan tipis maupun lapisan yang tebal, terutama jika berupa tanah, lempung, pasir, maupun material serpihan yang lunak.
Bucket-wheel excavator merupakan alat berat tambang yang digunakan di penambangan terbuka. Fungsinya adalah sebagai mesin pengeruk atau penggali skala besar dan kontinu. BWE mirip dengan bucket-chain excavator, namun dibedakan dengan penggunaan roda yang memiliki banyak "ember" (bucket) di sisi-sisinya yang digunakan untuk mengeruk secara bergantian. BWE paling efektif digunakan di tanah lembek yang tidak banyak mengandung batuan keras. BWE terbesar yang pernah diciptakan manusia adalah MAN Takraf RB293.
BWE digunakan pada sistem penambangan dengan sistem Continous Mining (Penambangan Menerus) yang merupakan suatu sistem rangkaian kerja yang mana jika salah satu sistem itu berhenti maka bagian-bagian yang lain akan berhenti juga. Oleh karenanya diperlukan koordinasi yang tepat dan bersinergi dari semua rangkaian alat tambang di BWE. Sistem tersebut dan satuan kerja yang terkait, agar tidak muncul jam halangan yang akan mempengaruhi realisasi target produksi. Umumnya dapat digunakan dengan baik di atas, di bawah, maupun pada lantai kerjanya; hasil penggalian kemudian dilimpahkan ke Belt Conveyor.

Cara menghitung kapasitas produksi
-          Kapasitas bucket (v)                           = 0,93
-          Factor kembang material (Fk)             = 1,20 (mudah)
-          Factor bucket                                      = 0,90 (pemuatan ringan)
-          Factor efisiensi kerja   (Fa)                  = 0,83 (memuaskan)
-          Waktu gali/memuat (tl)                       = 0,32 menit
-          Waktu lain-lain (t2)                             = 0,10 menit
-          Waktu siklus (ts1)                               = t1 + t2 = 0,42 menit
-          Kapasitas produksi Q1                        =
=   = 



3.      ALAT MUAT

a.    Wheel Loader

Fungsi utamanya adalah untuk memuat material ke dalam alat pengangkut dimana hampir sama dengan dozer shovel yang berfungsi untuk mengangkut dari stock pile ke atas dump truck, mengisi hopper pada AMP, Batching plant dan Crushing Plant. Penggunaannya pada areal yang datar.
Fungsi Lain Dari Wheel Loader Adalah
  1. Pembersihan lapangan atau lokasi pekerjaan (land clearing).
  2. Penggusuran tanah dalam jarak dekat.
  3. Meratakan timbunan tanah dan mengisi kembali galian-galian tanah.
  4. Menyiapkan bahan-bahan dari tempat pengambilan material.
  5. Mengupas tanah bagian yang jelek (stripping)
  6. Meratakan permukaan atau menghaluskan permukaan bidang rata disebut finishing.

Hasil gambar untuk gambar gambar alat berat wheel loader

Cara menghitung kapasitas produksi

-          Kapasitas bucket (v)                           = 1,5
-          Fakor bucket (Fb)                               = 0,85 (muatan sedang)
-          Factor keembang material (Fk)           = 1,2 (mudah)
-          Factor efisiensi kerja (Fa)                    = 0,83 (baik)
-          Muatan (t1)                                         = 0,20 menit
-          Lain-lain (t2)                                       = 0,00 menit
-          Waktu siklus (ts1)                               = 0,20 menit
-          Kapasitas produksi Q1                        =
=


b.      track loader
Alat Berat ini berfungsi untuk memuat material atau tanah atau batu kedalam alat pengangkut (dump truck atau hopper pada beltconveyor) atau memindahkan material ketempat lain dengan jarak angkut sangat terbatas (load and carry). Hanya biasa beroperasi di daerah yang agak keras dan pada landasan yang kurang rata. Daya cengkeram lebih kuat, tetapi kurang mampu di daerah yang lunak dan basah, mampu mengambil sendiri tanah merah asli atau yang agak lunak. Memerlukan daerah pemuatan (loading point) sedikit agak lebar tetapi perpindahan daerah operasi kurang cepat (kurang mobile).

Hasil gambar untuk gambar gambar alat berat track loader

Cara menghitung kapasitas produksi

a.       Kapasitas track loader (V)                                = 3,5
b.      Factor efesiensi kerja    (Fa)                              = 0,83 (memuaskan)
Kecepatan track loader bermuatan (v1)          = 40 km/jam
c.       Kecepatan track loader kosong (v2)                 = 50 km/jam
d.      Jarak rata-rata ketempat pembuangan (L)        = 1 km
e.       Waktu  tempuh isi (t1)                          = (L/v1) x 60 = 1,50 menit
f.       Waktu tempuh kosong (t2)                               = (L/v2) x 60 = 1,20 menit
g.      Muatan (t3)                                                       = (v/Q1) x 60 = 1.32 menit
h.      Lain-lain (t4)                                                     = 0,50 menit
i.        Waktu siklus track loader (ts2)             = 4,52 menit
j.        Kapasitas produksi Q2                         =
=


c.       Dragline
https://sanggapramana.files.wordpress.com/2010/07/dragline2.jpg?w=604

Dragline adalah alat untuk menggali tanah dan memuatkan pada alat-alat angkut. misalnya truk atau ke tempat penimbunan yang dekat dengan tempat galian. Pada umumnya power shovel sampai dengan kapasitas 2.5 cu-yd dapat diubah menjadi dragline, dengan melepas boom shovel diganti boom dan bucket dragline. Untuk beberapa proyek. power shovel atau dragline digunakan untuk menggali, tetapi dalam beberapa hal, dragline mempunyai keuntungan yang umumnya disebabkan oleh keadaan medan dan bahan yang perlu digali. Dragline biasanya tidak perlu masuk ke dalam tempat galian untuk melaksanakan pekerjaannya, dragline dapat bekerja dengan ditempatkan pada lantai kerja yang baik, kemudian menggali pada tempat yang penuh air atau berlumpur Jika hasil galian terus dimuat ke dalam truk, maka truk tidak periu masuk ke dalam lubang galian yang kotor dan berlumpur yang menyebabkan teriebaknya truk tersebut. Dragline sangat baik untuk penggalian pada parit-parit, sungai yang tebingnya curam, sehingga kendaraan angkut tidak periu masuk ke lokasi penggalian.
Satu kerugian dalam menggunakan dragline untuk menggali ialah produksinya yang rendah, antara 70% – 80% dibandingkan dengan power shovel untuk ukuran yang sama.
Macam dragline ada tiga tipe ialah crawler mounted, wheel mounted dan truck mounted. Crawler mounted digunakan pada tanah-tanah yang mempunyai daya dukung kecil sehingga floating-nya besar, tetapl kecepatan geraknya rendah dan biasanya diperlukan bantuan alat angkut untuk membawa alat sampai ke lokasi pekerjaan.
Cara menghitung kapasitas produksi
1.      Ambil data :
-          kapasitas bucket & beratnya
-          berat jenis material
-          panjang boom & sudutnya
-          kedalaman galian
-          sudut swing
2.      Periksa keamanan beban dengan membandingkan berat beban ( = berat material + berat bucket) terhadap kapasitas angkat maksimum yang diperoleh dari :
-          grafik IV.4.03.06 hal. 76 [2]; atau
-          tabel 8-12 hal. 204 [1]; atau
-          gambar 8-14 hal. 206 [1]

3.      Jika langkah no.2 OK (aman), tentukan waktu siklus : dari data atau tabel 8-8 hal. 196 [1]
4.      Hitung faktor koreksi : E = Π EiFaktor-faktor koreksi (Ei) terdiri dari :
§  Efisiensi waktu kerja
·         b.Kondisi kerja dan tata laksana (tabel IV.4.01.05 [2] hal. 64)
·         c.Faktor pengisian bucket / bucket fill factor (tabel IV.4.01.06 [2] hal. 64)
·         d.Faktor swing dan kedalaman galian (tabel IV.4.3.04 [2] hal. 75) → caranya sama dengan    pada backhoe
5.      Hitung produksi dragline : Q = q× 60/Ws×E

d.      Crane   
Crane Crawler
        Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertikal dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Untuk pengangkutan material lepas ( loose material ) dengan jarak tempuh yang relatif jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.
Tower crane merupakan jenis crane yang statis, namun ada beberapa jenis crane yang mempunyai penggerak. Karakteristik operasional semua crane yang bergerak pada prinsipnya sama, dengan perbedaan pada penggeraknya. Crane dengan penggerak artinya crane tersebut dapat melakukan mobilisasi dari satu tempat ke tempat lain. Jarak perpindahan tersebut tergantung pada jenis penggeraknya yaitu roda ban atau roda crawler. Crane yang mempunyai kemampuan bergerak ini terdiri atas tiga jenis yaitu Crawler Mounted Crane, Truck Mounted Crane, dan Wheel Mounted Crane.

Cara menghitung kapasitas produksi
Kapasitas tower crane tergantung dari beberapa factor. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika material yang diangkut oleh crane melebihi kapasitasnya maka akan terjadi jungkir. Oleh karena iu, berat material yang diangkut sebagai berikut:
                                               i.      Untuk mesin beroda crawler adalah 75 % dari kapasitas alat
                                             ii.      Untuk mesin beroda karet adalah 85 % dari kapasitas alat
                                           iii.      Untuk mesin yang memilki kaki adalah 85% dari kapasitas
https://reader009.dokumen.tips/reader009/html5/0319/5aafd66b63531/5aafd66f165db.jpg

4. ALAT ANGKUT
A. Dump truck
Dump Truk adalah alat yang digunakan untuk memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (500 meter atau lebih). Lebid spefisik Dump truck atau “trippers” adalah truk yang digunakan untuk mengangkut material (kerikil, pasir, dan beberapa jenis tanah) serta mengangkut alat berat untuk pekerjaan konstruksi.  Sebagian besar dump truck dilengkapi dengan rams hidrolik yang terdapat di bagian depan atau di bawah body dump truck, ram hidrolik tersebut berfungsi untuk mengangkat body dump truck dan memiringkan bucket loadernya ke samping atau ke belakang. Kebanyakan pompa hidrolik dikendalikan dari gearbox power take off. Dump truck terdiri dari berbagai macam  tipe,  diantaranya  dump  truck  roda empat dengan berat payload 2 ton – 3 ton, articulated dump truck untuk pekerjaan berat, dan dump truck dengan perlengkapan drawbar yang memiliki berat sampai 50 –60 ton lebih.Cara Menghitung Kapasitas Produksi Dump Truck
Definisi Dump Truck Dan jenis-jenis dump Truck
Kapasitas produksi Dump truck menurut Peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai berikut Data sesuai dengan spesifikasi teknis alat, contoh: Dump truck, Cp 3,5 ton
Kapasitas produksi / jam, Q = (V x Fs x 60) / (D xTs) m³, gembur
KETERANGAN:
  • Q adalah kapasitas produksi dump truck; m³ /jam
  • V adalah kapasitas bak; ton,
  • Fa adalah faktor efisiensi alat,
  • FK adalah faktor pengembangan bahan;
  • D adalah berat isi material (lepas, gembur); ton/m³;
  • v1 adalah kecepatan rata-rata bermuatan, (15 – 25); km/jam. Lihat Tabel 8
  • v2 adalah kecepatan rata-rata kosong, (25 – 35); km/jam
  • TS adalah waktu siklus, Ts = n∑n-1 Tn menit
  • T1 adalah waktu muat: (V x 60) / (D xQExc ) ; menit
  • QEcv adalah kapasitas produksi Excavator; m³ / jam, bila kombinasi dengan alat Excavator. – Bila melayani alat lain seperti Wheel Loader, AMP dan lain-lain,
    gunakan Q yang sesuai.
  • T2 adalah waktu tempuh isi: = (L / v1) x 60; menit
  • T3 adalah waktu tempuh kosong:= (L / v2) x 60; menit
  • T4 adalah waktu lain-lain, menit
  • 60 adalah konversi jam ke menit,

Tabel 7 Faktor efisiensi alat Dump truck
Kondisi kerja
Koefisien kerja
Baik
0,83
Sedang
0,80
Kurang Baik
0,75
Buruk
0,70
Tabel 8 Kecepatan dump truck dan kondisi lapangan
Kondisi
lapangan
Kondisi beban
Kecepatan*), v, km/h
Datar
isi
kosong
40
60
Menanjak
isi
kosong
20
40
Menurun
isi
kosong
20
40

*) Kecepatan tersebut adalah perkiraan umum. Besar kecepatan bisa berubah sesuai dengan medan, kondisi jalan, kondisi cuaca setempat, serta kondisi kendaraan.
Data sesuai dengan spesifikasi teknis alat, contoh:. Dump truck, Cp 10 ton, sama dengan Dump truck

b. Belt Conveyor
Hasil gambar untuk gambar belt conveyor







Fungsi belt conveyor
Fungsi belt conveyor adalah untuk mengangkut berupa unti atau curah dengan kapasitas yang cukup besar, dan sesuai dengan namanya maka media yang digunakan berupa ban.
Konstruksi dari belt conveyor adalah :
  1. Konstruksi arah pangangkutan horizontal
  2. Konstruksi arah pengangkutan diagonal atau miring
  3. Konstruksi arah pengangkutan horizontal dan diagonal
Kapasitas Produksi conveyor
Kapasitas conveyor tergantung dari berat muatan tiap meter panjang mesin dan kecepatan pemindahan muatan. Untuk menghitung kapasitas conveyor per jam menggunakan persamaan:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIW7XclIVWiE7n0e8q48hlNEVE8lySWkJPX2gBFmnSa8yPLl1zq85yfni-NhjreND_j-52F_2PegYNZ5BTfrc5D51znpaDbLeOBkehks4MyH6awOqxKna0mBD_ZIqggrElLcX9A66y30Tr/s1600/Rumus.PNG

dimana:

Q adalah kapasitas conveyor (ton/jam)
q adalah berat muatan tiap meter (kg/m)
v adalah kecepatan pemindahan (m/s)

Jika muatan berbentuk curah maka kapasitas conveyor dihitung dengan menggunakan persamaan:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghxQClrz1AaLbPhY2cAl9A0TxoP2X7gr8JqjcdHD3Jqr4zDXneLX7n1egXKIdbpquyaVXztR-C1cHSM9paXAV71Q6kxnfl-4Eq66FsE-pNS1Ze7C1ELz6OntGyLITV1Yhnyd3z5CbRHlAi/s1600/Rumus.PNG

Jika material yang dipindah oleh conveyor berbentuk satuan (unit load) maka kapasitas conveyor dihitung dengan menggunakan persamaan:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJRcZd_wzyyV7MypoFWiclIpQlvl8tBlQylvkCZ-9AjrRHLvghyu7KUfELXkHnLQqijbEQaUkCJvNdAs1rSqrR8ljahqaNr8L5a6WOf62DL2-2D85yaaMdqhHEt0lcGFw8fByUbvPkX-EL/s1600/Rumus.PNG

c. Power Scraper
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBXUf9ZNsURR00UD6E3v5-WoO3Pzq8vnvUCvLnBfB1fIByzCwlFL_7v1FTnq_5iYpZRLSt3_Y6UEs-8F-odM3o9HROI9Zm3WKw_e_FibtHSjZMsUEOB_95UdoZCFsnPldMSPROHjipYrM/s1600/ALAT+BERAT+SCRAPER+fix.jpg      








Fungsi power scraper
       berfungsi untuk mengeruk, mengangkut, dan menabur tanah hasil pengerukan secara berlapis. Scraper dapat digunakan sebagai alat pengangkutan untuk jarak yang relatif jauh (± 200 m) pada tanah datar dengan alat penggerak roda ban. Pemilhan scraper untuk pekerjan ini tergantung pada: 1. Karakteristik material yang dioperasikan, 2. Panjang jarak tempuh, 3. Kondisi jalan, 4. Alat bantu yang diperlukan. Scraper umumnya digolongkan berdasarkan tipenya, scraper yang ditarik (towed scraper), scraper bermotor (motorized scraper) dan scraper yang mengisi sendiri (self loading scraper). Towed scraper umumnya ditarik crawler traktor dengan kekuatan mesin 30 hp atau lebih. Scraper jenis ini dapat menampung material sebanyak 8 30 m 3. Towed scraper dalam pelaksananya dibantu alat lain seperti dozer. Alat ini bekerja dengan kecepatan gerak lamban, namun kelebihan dari alat ini adalah: 1. Mengangkut Heavy Load, 2. Berputar pada radius kecil, 3. Menyebarkan material secara merata tanpa memerlukan alat lain, 4. Ekonomis pada pekerjaan pembukaan lahan

Kapasitas produksi power scraper
 Kapasitas Scraper: Munjung 18.3 m3 Tetapan Beban kg Kapasitas Munjung 18.3 m3 Gaya Penutupan Apron Maksimum kn Bukaan Apron Maksimum mm Kedalaman Pemotongan Maksimum mm Kedalaman Spread Maksimum mm Jarak Bebas ke Tanah Maksimum di Pinggiran Tajam mm Gaya Penetrasi Hidraulik Maksimum kn Kapasitas Peres 13.0 m3 Ketebalan Pinggiran Tajam 22.0 mm Lebar Pemotongan, Di Luar Router Bit mm TRANSMISI Kecepatan Maksimum (Bermuatan) 53.9 km/j 1 Maju 5.0 km/j 16
2 Maju 8.9 km/j 3 Maju 12.1 km/j 4 Maju 16.3 km/j 5 Maju 21.9 km/j 6 Maju 29.6 km/j 7 Maju 39.9 km/j 8 Maju 53.9 km/j Mundur 9.2 km/j HIDRAULIK Aliran Sirkuit Hitch Peredam 40.1 L/mnt Lubang Silinder Hitch Peredam mm Langkah Silinder Hitch Peredam mm Lubang Silinder Bucket Push/Pull 90.0 mm Langkah Silinder Bucket Push/Pull mm Aliran Sirkuit Scraper L/mnt 17
Aliran Sirkuit Kemudi Sekunder 39.0 L/mnt Aliran Sirkuit Kemudi L/mnt Lubang Silinder Kemudi mm Langkah Silinder Kemudi mm Lubang Silinder Bowl mm Langkah Silinder Bowl mm Lubang Silinder Apron mm Panjang Langkah Silinder Apron mm Lubang Silinder Ejektor mm Panjang Langkah Silinder Ejektor mm PENGEMUDIAN Sudut Kemudi Kanan 85º Sudut Kemudi Kiri 82º KAPASITAS ISI ULANG SERVIS TRAKTOR Karter Engine 33.0 L Tangki Cadangan Ring Kaca Depan 5.0 L 18
Transmisi 70.0 L Diferensial L Final Drive (setiap sisi) 19.0 L Sistem Pendinginan 64.0 L Tangki Cadangan Hidraulik 83.0 L KAPASITAS ISI ULANG SERVIS SCRAPER Tangki Bahan Bakar L Roda Tanpa Daya 4.0 L STANDAR Standar Standar ENGINE TRAKTOR TIER 4 INTERIM EPA A.S./EU STAGE IIIB Diameter mm Kapasitas Silinder 12.5 L Daya Maks (Semua Roda Gigi) (ISO 14396) kw Kecepatan Engine Referensi Daya Maks RPM Langkah mm 19
Engine Traktor Cat C13 ACERT ENGINE TRAKTOR SEBELUM KONFIGURASI TIER 3 EPA A.S./EU STAGE IIIA* Diameter mm Kapasitas Silinder 12.5 L Gaya Maks (Semua Roda Gigi) (ISO 14396) kw Kecepatan Engine Referensi Daya Maks RPM Langkah mm Engine Traktor Cat C13 ACERT BOBOT ALAT BERAT MEMENUHI STANDAR EMISI TIER 4 INTERIM EPA A.S./EU STAGE IIIB Push-Pull Bermuatan, berdasarkan beban tetapan kg Push-Pull Bobot Kerja tangki bahan bakar penuh kg Push-Pull Bobot Pengiriman 10% bahan bakar kg Standar Bermuatan, berdasarkan beban tetapan kg Standar Bobot Kerja tangki bahan bakar penuh kg Standar Bobot Pengiriman 10% bahan bakar kg BOBOT ALAT BERAT MENCAPAI TINGKAT EMISI SEBELUM TIER 3 EPA A.S./EU STAGE IIIA 20


5   ALAT UNTUK MERATAKAN
-  Motor grader


81 Gambar Motor Grader Terlengkap Tales Modif











Fungsi motor grader
        fungsi grader adalah untuk "penyelesaian akhir" (tepatnya untuk memperbaiki atau mengatur). "Perataan kasar" biasanya dilakukan oleh alat berat atau kendaraan konstruksi seperti scraper dan buldoser. Grader biasanya digunakan dalam konstruksi dan pemeliharaan jalan tanah dan jalan berkerikil
Kapasitas produksi motor grader
Kapasitas produksi motor grader menurut Peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai berikut
Motor Grader
Data sesuai dengan spesifikasi teknis, contoh:
  • Kapasitas berat operasi: 10.800 kg
  • Tenaga mesin: Pw = 135 HP
  • Panjang pisau (blade): L = 3,710 m
  • Panjang pisau efektif, b = 2,60 m
  • Lebar overlap, b0 = 0,30 m

Untuk pekerjaan perataan hamparan

Kapasitas produksi/jam = Q = (L x{n(b-b0 ) +b0 } x Fa x 60 ) / N x n xT s   m²

KETERANGAN:

  • Lh adalah panjang hamparan; m,
  • bo adalah lebar overlap; m,
  • Fa adalah faktor efisiensi kerja;
  • n adalah jumlah lintasan; lintasan,
  • N adalah jumlah pengupasan tiap lintasan; kali lintasan
  • v adalah kecepatan rata-rata; km/h,
  • b adalah lebar pisau efektif; m,
  • 60 adalah konversi jam ke menit,
  • T1 adalah waktu 1 kali lintasan : (Lh x 60) / (v x 1000); menit,
  • T2 adalah lain-lain; menit.
  • TS adalah waktu siklus, Ts = n∑n-1 Tn menit

Tabel 12 Faktor efisiensi kerja alat (Fa) Motor Grader

Kondisi operasi
Faktor efisiensi
Perbaikan jalan,
perataan
0,80
Pemindahan
0,70
Penyebaran (grading)
0,60
Penggalian (trenching)
0,50

Pekerjaan perataan hamparan padat

Kapasitas produksi/ jam= Q= (Lh x{n(b-b0 )+b0 } x Fa x 60 x t) / N x n x Ts x Fk   m2

KETERANGAN:

  • Fk adalah faktor pengembangan bahan,
  • t adalah tebal hamparan padat; diambil 0,15 m; m,

Untuk pekerjaan pengupasan (grading):

Kapasitas produksi/ jam= Q = (Lh x {n(b-b0 ) +b0 }x Fa x 60) / N x n x Ts   m2

KETERANGAN:

  • Lh adalah panjang hamparan; m,
  • bo adalah lebar overlap; m,
  • Fa adalah faktor efisiensi kerja;
  • n adalah jumlah lintasan; lintasan,
  • N adalah jumlah pengupasan tiap lintasan; kali lintasan
  • v adalah kecepatan rata-rata; km/h,
  • b adalah lebar pisau efektif; m,
  • 60 adalah konversi jam ke menit,
  • T1 adalah waktu 1 kali lintasan : (Lh x 60) / (v x 1000); menit,
  • T2 adalah lain-lain; menit.
  • TS adalah waktu siklus, Ts = n∑n-1 Tn menit





6.  ALAT PEMADAT
A. Tandem roller
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjz7gmpf506FUxtRWlCHqFGJhHSg9iNjWqo5ZUTB-BMGM6DmjxdasxKkB3yYZNnbVdIRfrSvdA-aW9VufO8wvTFW7EP27_m4ratII3AEug6LzbKjVOkx5Q3mdONe-lYOre55aPLzV1AI6QT/s1600/fungsi+alat+Tandem+Roller.jpg








Fungsi tandem roller
       Alat berat ini terdapat dua macam yaitu two axle tandem roller (dengan 2 as) dan three axle tandem roller (dengan 3 as).. Apakah yang dimaksud dengan TANDEM ROLLER...? TANDEM ROLLER adalah merupakan Alat untuk memadatkan timbunan atau tanah yang akan diratakan sehingga tanah atau timbunan menjadi padat. Dalam pengerjaannya alat berat ini biasanya digunakan dalam pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.

Kapasitas produksi tandem roller
Kapasitas produksi Tandem roller berdasarkan Peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai berikut
Tandem roller
Data sesuai dengan spesifikasi teknis, contoh:
  • Berat 8,10 ton
  • Lebar roda pemadat (b), 1,680 m.
Kapasitas produksi / jam : Q = ((be x v x 1000) x t x Fa)/n m³
KETERANGAN:
  • be adalah lebar efektif pemadatan =b-b0 (overlap); m
  • b adalah lebar efektif pemadatan; (1,2 m); m
  • bo adalah lebar overlap; (0,30 m); m
  • t adalah tebal pemadatan; m,
  • v adalah kecepatan rata-rata alat; (1,5 km/jam); km /jam
  • n adalah jumlah lintasan; (6 lintasan; 2 awal, 4 akhir); lintasan
  • Fa adalah faktor efisiensi alat; diambil 0,83 (kondisi baik)
  • 1000 adalah perkalian dari km ke m.

B. Vibrating roller
Hasil gambar untuk GAMBAR VIBRATING ROLLER






Fungsi Alat Berat Vibration Roller.
     Vibration Roller adalah Merupakan alat berat yang digunakan untuk menggilas, memadatkan hasil timbunan, sehingga kepadatan tanah yang dihasilkan lebih sempurna. Efek yang ditimbulkan oleh Vibration Roller adalah gaya dinamis terhadap tanah, dimana butir-butir tanah cenderung mengisi bagian-bagian kosong yang terdapat diantara butir-butirnya.

Kapasitas produksi Vibrator roller
Kapasitas produksi Vibrator roller berdasarkan Peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai berikut
Vibrator roller
Data sesuai dengan spesifikasi teknis, contoh:
  • Berat 7,05 ton
  • Lebar total roda pemadat (b): 1,680 m.
Kapasitas produksi / Jam : Q = ((be x v x 1000) x t x Fa)/ n m³
KETERANGAN:
  • be adalah lebar efektif pemadatan =b-b0 (overlap); m
  • b adalah lebar efektif pemadatan; (1,680 m); m
  • bo adalah lebar overlap; (0,20 m); m
  • t adalah tebal pemadatan; m,
  • v adalah kecepatan rata-rata alat; (diambil 4,0 km/jam); km /jam
  • n adalah jumlah lintasan; (diambil 8 lintasan); lintasan
  • Fa adalah faktor efisiensi alat; diambil 0,83 (kondisi baik),
  • 1000 adalah perkalian dari km ke m.
C. Tired roller
Hasil gambar untuk GAMBAR TIRED ROLLER







Fungsinya
     Alat ini biasa juga disebut dengan Universal Compactor, roda-roda penggilasnya terdiri dari ban karet yang dipompa (pneumatic). Penggilas dengan ban ini memiliki ciri khusus dengan adanya kneading effect, dimana air dan udara dapat ditekan keluar (pada tepi-tepi ban) yang segera akan menguap pada keadaan udara yang kering, kneading effect ini sangat membantu dalam usaha pemampatan bahan-bahan yang banyak mengandung lempung atau tanah liat.

Kapasitas produksi
Kapasitas produksi Pneumatic tire roller berdasarkan Peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai berikut
Pneumatic tire roller
Data sesuai dengan spesifikasi teknis, misal contoh:
·         Berat 9,0 ton
·         Lebar total roda pemadat (b): 2,290 m.
Kapasitas produksi / jam : Q = (be x v x 1000 x t x Fa) / n m³
KETERANGAN:
·         be adalah lebar efektif pemadatan =b-b0 (overlap); m
·         b adalah lebar efektif pemadatan; (2,290 m); m
·         bo adalah lebar overlap; (0,30 m); m
·         t adalah tebal pemadatan; m
·         v adalah kecepatan rata-rata alat; (diambil 2,5 km/jam); km/jam
·         n adalah jumlah lintasan; (diambil 4 lintasan); lintasan
·         Fa adalah faktor efisiensi alat; diambil 0,83 (kondisi baik)
·         1000 adalah perkalian dari km ke m
D. Grid roller
Hasil gambar untuk GAMBAR GRID ROLLER






Fungsinya
     Alat ini digunakan untuk memadatkan tanah atau material. Grid Roller memiliki fungsi yang sama seperti Alat-Alat pemadat tanah lainnya hanya saja perbedaannya terdapat pada mesin penggilas. Nah  Berikut adalah penjelasan tentang fungsi Grid Roller alat pemadat tanah. 

Kapasitas produksi Vibrator roller
Kapasitas produksi Vibrator roller berdasarkan Peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai berikut
Vibrator roller
Data sesuai dengan spesifikasi teknis, contoh:
  • Berat 7,05 ton
  • Lebar total roda pemadat (b): 1,680 m.
Kapasitas produksi / Jam : Q = ((be x v x 1000) x t x Fa)/ n m³
KETERANGAN:
  • be adalah lebar efektif pemadatan =b-b0 (overlap); m
  • b adalah lebar efektif pemadatan; (1,680 m); m
  • bo adalah lebar overlap; (0,20 m); m
  • t adalah tebal pemadatan; m,
  • v adalah kecepatan rata-rata alat; (diambil 4,0 km/jam); km /jam
  • n adalah jumlah lintasan; (diambil 8 lintasan); lintasan
  • Fa adalah faktor efisiensi alat; diambil 0,83 (kondisi baik),
  • 1000 adalah perkalian dari km ke m.
E.  Sheep foat roller
Hasil gambar untuk GAMBAR SHEEP FOOT ROLLER







Fungsinya
     Yang disebut tamping roller adalah alat pemadatan yang berupa sheep's foot roller. Pemadat ini berfungsi memadatkan tanah lempung atau cam-puran pasir dan lempung. Alat ini tidak dipakai untuk memadatkan tanah dengan butir kasar, seperti pasir dan kerikil. Dalam pengoperasiannya, tamping roller ada yang dapat bergerak sendiri maupun ditarik oleh alat lain. Jenis alat pemadatan ini mempunyai roda baja yang pada permukaannya terdapat gigi-gigi. Setiap roller atau rodanya mempunyai lebar dan keliling yang bervariasi. Setiap unit alat pemadatan terdiri dari satu atau lebih roda.

Kapasitas produksi
1. Kapasitas produksi Tamping Roller (Sheep Foot Roller)
Perhitungan produktifitas yang dihasilkan dalam proses pemadatan menurut spesifikasi teknis.
Contoh :
Kecepatan rata-rata (V) : 32km/jam
Tinggi lapisan (H) : 0,25m
Lebar efektif ban (We) : 1,8m
Efisiensi kerja alat (E) : 0,90
Jumlah lintasan (N) : 8

Qp = We x V x H x 1000 x E/N
      = 1,8 x 32 x 0,25 x 1000 x 0,90/8
      = 1620  m^3/jam

Ket : Qp = produktifitas sheep foot roller (m^3/jam)
         We = lebar efektif ban (m)
         V = kecepatan rata-rata (m)
         H = tinggi lapisan (m)
         E = efisiensi kerja alat
   N = jumlah lintasan  

No comments:

Post a Comment