1.
BULDOZER
Fungsi bagian-bagian umum bulldozer
1) Di bagian depan bulldozer,
terdapat blade yang berfungsi untuk mendorong dan memotong permukaan tanah.
Kemudian di bagian belakang unit terdapat ripper yang berfungsi untuk
menghancurkan structure permukaan tanah.
2) Bagian tengah unit
terdapat frame tempat kedudukan track shoe, kemudian di atas track frame
terdapat komponen engine sebagai penggerak utama unit dan radiator yang
digunakan untuk mendinginkan engine.
3) Belakang engine, terdapat
power train system yang berfungsi untuk mengatur pergerakan unit saat
travelling dan hydraulic system untuk mengatur pergerakkan dari attachment. Di
atas power train terdapat cabin sebagai tempat pengoperasian unit oleh operator.
Dan di atas cabin, dipasang ROPS cannopy yang digunakan untuk melindungi
operator pada saat unit mengalami insiden terguling.
Jenis pekerjaan yang biasanya menggunakan dozer atau buldozer adalah
:
- Mengupas top soil dan pembersihan lahan dari pepohonan.
- Pembukaan jalan baru.
- Memindahan material pada jarak pendek sampai dengan 100 m.
- Membantu mengisi material pada scraper.
- Menyebarkan material.
- Mengisi kembali saluran.
- Membersihkan quarry.
Ada dua macam alat penggerak dozer atau buldozer, yaitu roda crawler
dan roda ban. Alat penggerak dozer umumnya adalah crawler. Jenis dozer beroda
crawler terbagi menjadi ringan, sedang dan berat. Jenis ini digunakan untuk
menarik dan mendorong beban berat serta mampu bekerja pada permukaan kasar dan
berair. Sedangkan dozer beroda ban dapat bergerak lebih cepat sehingga lebih
ekonomis. Pemakaian alat ini umumnya pada permukaan seperti beton dan aspal.
Dilihat dari jarak tempuh maka dozer beroda ban mempunyai jarak tempuh lebih
besar daripada crawler dozer.
Cara menghitung kapasitas produksi
Kapasitas produksi Bulldozer menurut Peraturan menteri pekerjaan
umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang
pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai
berikut
Dozing.
Untuk menentukan kapasitas
produksi / jam sebuah bulldozer saat melakukan dozing / excavating
operation,dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :
Ø Produksi
per cycle ( q ).
q = q1 x a
Dimana : q1 = Kapasitas blade bulldozer dalam m³ atau yd³.
a = Blade fill factor.
Berikut adalah tabel blade fill factor :
Ø Cycle
Time ( Cm ).
Adalah waktu yang dibutuhkan oleh bulldozer untuk melengkapi 1
putaran ( mendorong muatan / dozing,mundur / reversing dan perpindahan gigi /
gear shifting ).
- Kecepatan Maju dan Mundur (F ). Sesuai denganaturan,kecepatan untuk maju bulldozer adalah 3-5 km/jam, sedangkan untuk mundur adalah 5-7 km/jam.
- Waktu yang dibutuhkan untuk perpindahan gigi / gear shifting.
Ø Grade
factor ( e ).
Kemampuan produksi bulldozer juga dipengaruhi oleh grade permukaan
lokasi operasi bulldozer saat unit tersebut mendorong beban.Untuk menentukan
berapa besar grade factor berdasarkan grade permukaan lokasi operasi alat,bisa
dilihat pada grafik dibawah :
Ø Job
Efficiency ( E ).
Dibawah ini bisa dilihat panduan untuk menentukan job efficiency
suatu alat,panduan ini hanyalah secara garis besarnya saja,untuk mendapatkan
gambaran produksi yang aktual tentukan efisiensi menurut kondisi operasi aktual
alat.
Kapasitas produksi bulldozer saat melakukan ripping sangat sulit
sekali untuk dihitung,karena tergantung dengan kondisi material yang akan di
ripping,metode pengoperasian alat dan skill operator. Tetapi dari data yang
tersedia pada buku Spec. Handbook masing-masing merk alat, disitu bisa kita
lihat hubungan antara seismic velocity ( kecepatan aliran / rambat gelombang
saat melewati suatu material, dimana dengan metode ini kekerasan dari material
bisa ditentukan ) dengan kapasitas produksi. Lihat gambar dibawah ( disini saya
ambilkan contoh untuk unit bulldozer D375 ).
Ripping dan Dozing.
Saat unit melakukan operasi ripping dengan normal,maka operasi
dozing dan ripping akan dilakukan secara bergantian namun berulang-ulang. Untuk
menghitung produksi dari kedua operasi tersebut ( dozing dan ripping ) maka
bisa digunakan rumus sebagai berikut :
Kemudian masukkan angka - angka yang sesuai dengan spec dari jenis
bulldozer yang anda gunakan, barulah anda akan dapatkan kapasitas produksi dari
dozer yang anda gunakan.
2. ALAT GALI
a.
Excavator Back Hoe
Back Hoe
yaitu sejenis excavator dengan fungsi sebagai pengeduk dengan arah kebelakang.
Alat berat ini merupakan Alat berat yang paling dikenal oleh masyarakat, karena
di setiap kegiatan pemindahan tanah mekanis selalu ada alat seperti ini.

Cara menghitung kapasitas produksi
-
Kapasitas bucket (v) =
0,93 
-
Factor kembang material (Fk) =
1,20 (mudah)
-
Factor bucket =
0,90 (pemuatan ringan)
-
Factor efisiensi kerja (Fa) = 0,83 (memuaskan)
-
Waktu gali/memuat (tl) =
0,32 menit
-
Waktu lain-lain (t2) =
0,10 menit
-
Waktu siklus (ts1) =
t1 + t2 = 0,42 menit
-
Kapasitas produksi Q1 =

=
= 
b.
Power shovel
Power Shovel merupakan alat berat gali dan muat tambang yang sering
digunakana berupa skop mekanasi yang amat besar. Alat ini digerakkan oleh mesin
uap, mesin bensin, mesin diesel,atau dapat juga motor listrik. Ukuran alat ini
ditentukan oleh besarnya sekop yang dapat digerakkan, baik dalam arah
horizontal maupun vertikal. Ukuran skop Power Shovel kecil berkisar ½ sampai 2
yard3 (1 yard = 3 ft = 90 cm) atau sekitar 0,36 m3 sampai 1,56 m3; ukuran
sedang berkisar 2 sampai 8 yard3 ( 1,56-18,2 m3), dan ukuran besar 8 – 35 yard3
(18,2 – 25,5 m3).
Dengan memberikan shovel attachment pada excavator, maka didapatkan
alat yang disebut dengan power shovel. Alat ini baik untuk pekerjaan menggali
tanah tanpa bantuan alat lain, dan sekaligus memuatkan ke dalam truk atau alat
angkut lainnya. Alat ini juga dapat untuk membuat timbunan bahan persediaan
(stock pilling ). Pada umumnya power shovel ini dipasang di atas crawler
mounted, karena diperoleh keuntungan yang besar antara lain stabilitas dan
kemapuan floating nya. Power shovel di lapangan digunakan terutama untuk
menggali tebing yang letaknya lebih tinggi dari tempat kedudukan alat.
Ø
Cara menghitung kapasitas produksi
Sebuah
shovel bucket 1 cu-yd menggali tanah lempung keras berupatebing dengan
ketinggian 2,30 meter. Sudut putar (swing ) 75⁰, kondisi medansedang, kondisi
manajemen baik. Berapakah produksi shovel per jamnya?
Hitungan : Dari Tabel
Produksi
ideal power shovel dan tinggi gali optimal untuk tanah lempung keras dengan
ukuran bucket 1 cu-yd diperoleh :
o
Produksi ideal 145 cu-yd/jam (BM)
o
Tinggi gali optimal 9 ft = 2,75 meter
o
% gali optimal = (2,30/2,75) x 100% = 83,64
o
Swing 75⁰ dari Tabel Faktor koreksi sudut putar dan % tinggi
gali optimal pada produksi power shovel diperoleh faktor koreksi 1,05
(interpolasi lurus).
Keadaan medan sedang ; keadaan
manajemen baik, dari Tabel Faktor koreksi keadaan medan dan keadaan manajemen ; faktor koreksi 0,69 medan
Jadi
produksi shovel : = 145 x 1,05 x 0,69 = 105, 05 cu-yd/jam (BM) atau = 80,32
c.
Bucket Wheel Excavator
Fungsi Alat Berat Bucket
Wheel Excavator (BWE). BWE adalah alat gali untuk pemindahan tanah, alat ini
sesuai untuk digunakan pada material tanah penutup, baik itu berupa lapisan
tipis maupun lapisan yang tebal, terutama jika berupa tanah, lempung, pasir,
maupun material serpihan yang lunak.
Bucket-wheel excavator
merupakan alat berat tambang yang digunakan di penambangan terbuka. Fungsinya
adalah sebagai mesin pengeruk atau penggali skala besar dan kontinu. BWE mirip
dengan bucket-chain excavator, namun dibedakan dengan penggunaan roda yang
memiliki banyak "ember" (bucket) di sisi-sisinya yang digunakan untuk
mengeruk secara bergantian. BWE paling efektif digunakan di tanah lembek yang
tidak banyak mengandung batuan keras. BWE terbesar yang pernah diciptakan
manusia adalah MAN Takraf RB293.
BWE digunakan pada sistem penambangan dengan sistem Continous Mining
(Penambangan Menerus) yang merupakan suatu sistem rangkaian kerja yang mana
jika salah satu sistem itu berhenti maka bagian-bagian yang lain akan berhenti
juga. Oleh karenanya diperlukan koordinasi yang tepat dan bersinergi dari semua
rangkaian alat tambang di BWE. Sistem tersebut dan satuan kerja yang terkait,
agar tidak muncul jam halangan yang akan mempengaruhi realisasi target
produksi. Umumnya dapat digunakan dengan baik di atas, di bawah, maupun pada
lantai kerjanya; hasil penggalian kemudian dilimpahkan ke Belt Conveyor.
Cara menghitung kapasitas produksi
-
Kapasitas bucket (v) =
0,93 
-
Factor kembang material (Fk) =
1,20 (mudah)
-
Factor bucket =
0,90 (pemuatan ringan)
-
Factor efisiensi kerja (Fa) = 0,83 (memuaskan)
-
Waktu gali/memuat (tl) =
0,32 menit
-
Waktu lain-lain (t2) =
0,10 menit
-
Waktu siklus (ts1) =
t1 + t2 = 0,42 menit
-
Kapasitas produksi Q1 =

=
= 
3.
ALAT MUAT
a.
Wheel Loader
Fungsi utamanya adalah untuk memuat material ke dalam alat
pengangkut dimana hampir sama dengan dozer shovel yang berfungsi untuk
mengangkut dari stock pile ke atas dump truck, mengisi hopper pada AMP,
Batching plant dan Crushing Plant. Penggunaannya pada areal yang datar.
Fungsi Lain Dari Wheel Loader Adalah
- Pembersihan lapangan atau lokasi pekerjaan (land clearing).
- Penggusuran tanah dalam jarak dekat.
- Meratakan timbunan tanah dan mengisi kembali galian-galian tanah.
- Menyiapkan bahan-bahan dari tempat pengambilan material.
- Mengupas tanah bagian yang jelek (stripping)
- Meratakan permukaan atau menghaluskan permukaan bidang rata disebut finishing.

Cara menghitung kapasitas produksi
-
Kapasitas bucket (v) =
1,5 
-
Fakor bucket (Fb) =
0,85 (muatan sedang)
-
Factor keembang material (Fk) =
1,2 (mudah)
-
Factor efisiensi kerja (Fa) =
0,83 (baik)
-
Muatan (t1) =
0,20 menit
-
Lain-lain (t2) =
0,00 menit
-
Waktu siklus (ts1) =
0,20 menit
-
Kapasitas produksi Q1 =

= 
b.
track loader
Alat Berat ini berfungsi untuk memuat material atau tanah atau batu
kedalam alat pengangkut (dump truck atau hopper pada beltconveyor) atau
memindahkan material ketempat lain dengan jarak angkut sangat terbatas (load
and carry). Hanya biasa beroperasi di daerah yang agak keras dan pada landasan
yang kurang rata. Daya cengkeram lebih kuat,
tetapi kurang mampu di daerah yang lunak dan basah, mampu mengambil sendiri
tanah merah asli atau yang agak lunak. Memerlukan daerah pemuatan (loading
point) sedikit agak lebar tetapi perpindahan daerah operasi kurang cepat
(kurang mobile).

Cara menghitung kapasitas
produksi
a.
Kapasitas track loader (V) =
3,5 
b.
Factor efesiensi kerja (Fa) = 0,83 (memuaskan)
Kecepatan track loader bermuatan (v1) = 40 km/jam
c.
Kecepatan track loader kosong (v2) = 50 km/jam
d.
Jarak rata-rata ketempat pembuangan (L) = 1 km
e.
Waktu tempuh isi (t1) = (L/v1) x 60 = 1,50
menit
f.
Waktu tempuh kosong (t2) =
(L/v2) x 60 = 1,20 menit
g.
Muatan (t3) =
(v/Q1) x 60 = 1.32 menit
h.
Lain-lain (t4) =
0,50 menit
i.
Waktu siklus track loader (ts2) =
4,52 menit
j.
Kapasitas produksi Q2 =

= 
c.
Dragline
Dragline adalah alat untuk menggali tanah
dan memuatkan pada alat-alat angkut. misalnya truk atau ke tempat penimbunan
yang dekat dengan tempat galian. Pada umumnya power shovel sampai dengan
kapasitas 2.5 cu-yd dapat diubah menjadi dragline, dengan melepas boom shovel
diganti boom dan bucket dragline. Untuk beberapa proyek. power shovel atau
dragline digunakan untuk menggali, tetapi dalam beberapa hal, dragline
mempunyai keuntungan yang umumnya disebabkan oleh keadaan medan dan bahan yang
perlu digali. Dragline biasanya tidak perlu masuk ke dalam tempat galian untuk
melaksanakan pekerjaannya, dragline dapat bekerja dengan ditempatkan pada
lantai kerja yang baik, kemudian menggali pada tempat yang penuh air atau
berlumpur Jika hasil galian terus dimuat ke dalam truk, maka truk tidak periu
masuk ke dalam lubang galian yang kotor dan berlumpur yang menyebabkan
teriebaknya truk tersebut. Dragline sangat baik untuk penggalian pada
parit-parit, sungai yang tebingnya curam, sehingga kendaraan angkut tidak periu
masuk ke lokasi penggalian.
Satu kerugian dalam menggunakan dragline
untuk menggali ialah produksinya yang rendah, antara 70% – 80% dibandingkan
dengan power shovel untuk ukuran yang sama.
Macam dragline ada tiga tipe ialah
crawler mounted, wheel mounted dan truck mounted. Crawler mounted digunakan
pada tanah-tanah yang mempunyai daya dukung kecil sehingga floating-nya besar,
tetapl kecepatan geraknya rendah dan biasanya diperlukan bantuan alat angkut
untuk membawa alat sampai ke lokasi pekerjaan.
Cara menghitung kapasitas produksi
1.
Ambil data :
-
kapasitas bucket &
beratnya
-
berat jenis material
-
panjang boom & sudutnya
-
kedalaman galian
-
sudut swing
2.
Periksa keamanan beban dengan
membandingkan berat beban ( = berat material + berat bucket) terhadap kapasitas
angkat maksimum yang diperoleh dari :
-
grafik IV.4.03.06 hal. 76 [2];
atau
-
tabel 8-12 hal. 204 [1]; atau
-
gambar 8-14 hal. 206 [1]
3.
Jika langkah no.2 OK (aman),
tentukan waktu siklus : dari data atau tabel 8-8 hal. 196 [1]
4.
Hitung faktor koreksi : E = Π EiFaktor-faktor
koreksi (Ei) terdiri dari :
§ Efisiensi waktu kerja
·
b.Kondisi kerja dan tata
laksana (tabel IV.4.01.05 [2] hal. 64)
·
c.Faktor pengisian bucket /
bucket fill factor (tabel IV.4.01.06 [2] hal. 64)
·
d.Faktor swing dan kedalaman
galian (tabel IV.4.3.04 [2] hal. 75) → caranya sama dengan pada backhoe
5.
Hitung produksi dragline : Q =
q× 60/Ws×E
d. Crane
Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material
karena alat ini dapat mengangkut material secara vertikal dan kemudian
memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Untuk
pengangkutan material lepas ( loose material ) dengan jarak tempuh yang relatif
jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini
memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.
Tower
crane merupakan jenis crane yang statis, namun ada beberapa jenis crane yang
mempunyai penggerak. Karakteristik operasional semua crane yang bergerak pada
prinsipnya sama, dengan perbedaan pada penggeraknya. Crane dengan penggerak
artinya crane tersebut dapat melakukan mobilisasi dari satu tempat ke tempat
lain. Jarak perpindahan tersebut tergantung pada jenis penggeraknya yaitu roda
ban atau roda crawler. Crane yang mempunyai kemampuan bergerak ini terdiri atas
tiga jenis yaitu Crawler Mounted Crane, Truck Mounted Crane, dan Wheel Mounted
Crane.
Cara menghitung kapasitas
produksi
Kapasitas tower crane
tergantung dari beberapa factor. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika
material yang diangkut oleh crane melebihi kapasitasnya maka akan terjadi
jungkir. Oleh karena iu, berat material yang diangkut sebagai berikut:
i.
Untuk mesin beroda crawler
adalah 75 % dari kapasitas alat
ii.
Untuk mesin beroda karet
adalah 85 % dari kapasitas alat
iii.
Untuk mesin yang memilki kaki
adalah 85% dari kapasitas

4. ALAT ANGKUT
A. Dump truck
Dump Truk adalah alat yang digunakan untuk
memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (500 meter atau
lebih). Lebid spefisik Dump truck atau “trippers” adalah truk yang digunakan
untuk mengangkut material (kerikil, pasir, dan beberapa jenis tanah) serta
mengangkut alat berat untuk pekerjaan konstruksi. Sebagian besar dump truck dilengkapi dengan
rams hidrolik yang terdapat di bagian depan atau di bawah body dump truck, ram
hidrolik tersebut berfungsi untuk mengangkat body dump truck dan memiringkan
bucket loadernya ke samping atau ke belakang. Kebanyakan pompa hidrolik
dikendalikan dari gearbox power take off. Dump truck terdiri dari berbagai
macam tipe, diantaranya
dump truck roda empat dengan berat payload 2 ton – 3
ton, articulated dump truck untuk pekerjaan berat, dan dump truck dengan
perlengkapan drawbar yang memiliki berat sampai 50 –60 ton lebih.Cara Menghitung Kapasitas Produksi Dump Truck
Kapasitas
produksi Dump truck menurut Peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan
rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga
satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai berikut Data sesuai
dengan spesifikasi teknis alat, contoh: Dump truck, Cp 3,5 ton
Kapasitas
produksi / jam, Q = (V x Fs x 60) / (D xTs) m³, gembur
KETERANGAN:
- Q adalah kapasitas produksi dump truck; m³ /jam
- V adalah kapasitas bak; ton,
- Fa adalah faktor efisiensi alat,
- FK adalah faktor pengembangan bahan;
- D adalah berat isi material (lepas, gembur); ton/m³;
- v1 adalah kecepatan rata-rata bermuatan, (15 – 25); km/jam. Lihat Tabel 8
- v2 adalah kecepatan rata-rata kosong, (25 – 35); km/jam
- TS adalah waktu siklus, Ts = n∑n-1 Tn menit
- T1 adalah waktu muat: (V x 60) / (D xQExc ) ; menit
- QEcv adalah kapasitas produksi Excavator; m³ /
jam, bila kombinasi dengan alat Excavator. – Bila melayani alat lain
seperti Wheel Loader, AMP dan lain-lain,
gunakan Q yang sesuai. - T2 adalah waktu tempuh isi: = (L / v1) x 60; menit
- T3 adalah waktu tempuh kosong:= (L / v2) x 60; menit
- T4 adalah waktu lain-lain, menit
- 60 adalah konversi jam ke menit,
Tabel 7 Faktor efisiensi alat Dump truck
Kondisi kerja
|
Koefisien kerja
|
Baik
|
0,83
|
Sedang
|
0,80
|
Kurang Baik
|
0,75
|
Buruk
|
0,70
|
Tabel 8 Kecepatan dump truck dan kondisi lapangan
Kondisi
lapangan |
Kondisi beban
|
Kecepatan*), v,
km/h
|
Datar
|
isi
kosong
|
40
60
|
Menanjak
|
isi
kosong
|
20
40
|
Menurun
|
isi
kosong
|
20
40
|
*)
Kecepatan tersebut adalah perkiraan umum. Besar kecepatan bisa berubah sesuai
dengan medan, kondisi jalan, kondisi cuaca setempat, serta kondisi kendaraan.
Data
sesuai dengan spesifikasi teknis alat, contoh:. Dump truck, Cp 10 ton, sama
dengan Dump truck
b.
Belt Conveyor

Fungsi belt
conveyor
Fungsi belt
conveyor adalah untuk mengangkut berupa unti atau curah
dengan kapasitas yang cukup besar, dan sesuai dengan namanya maka media yang
digunakan berupa ban.
Konstruksi dari belt conveyor adalah :
- Konstruksi arah pangangkutan horizontal
- Konstruksi arah pengangkutan diagonal atau miring
- Konstruksi arah pengangkutan horizontal dan diagonal
Kapasitas Produksi
conveyor
Kapasitas
conveyor tergantung dari berat muatan tiap meter panjang mesin dan
kecepatan pemindahan muatan. Untuk menghitung kapasitas conveyor per jam
menggunakan persamaan:
dimana:
Q adalah kapasitas conveyor (ton/jam)
q adalah berat muatan tiap meter (kg/m)
v adalah kecepatan pemindahan (m/s)
Jika muatan berbentuk curah maka kapasitas conveyor dihitung dengan menggunakan persamaan:
Q adalah kapasitas conveyor (ton/jam)
q adalah berat muatan tiap meter (kg/m)
v adalah kecepatan pemindahan (m/s)
Jika muatan berbentuk curah maka kapasitas conveyor dihitung dengan menggunakan persamaan:
Jika material yang dipindah oleh conveyor berbentuk satuan (unit load) maka kapasitas conveyor dihitung dengan menggunakan persamaan:
c. Power Scraper
Fungsi power scraper
berfungsi untuk mengeruk, mengangkut, dan menabur tanah hasil
pengerukan secara berlapis. Scraper dapat digunakan sebagai alat pengangkutan
untuk jarak yang relatif jauh (± 200 m) pada tanah datar dengan alat penggerak
roda ban. Pemilhan scraper untuk pekerjan ini tergantung pada: 1. Karakteristik
material yang dioperasikan, 2. Panjang jarak tempuh, 3. Kondisi jalan, 4. Alat
bantu yang diperlukan. Scraper umumnya digolongkan berdasarkan tipenya, scraper
yang ditarik (towed scraper), scraper bermotor (motorized scraper) dan scraper
yang mengisi sendiri (self loading scraper). Towed scraper umumnya ditarik
crawler traktor dengan kekuatan mesin 30 hp atau lebih. Scraper jenis ini dapat
menampung material sebanyak 8 30 m 3. Towed scraper dalam pelaksananya dibantu
alat lain seperti dozer. Alat ini bekerja dengan kecepatan gerak lamban, namun
kelebihan dari alat ini adalah: 1. Mengangkut Heavy Load, 2. Berputar pada
radius kecil, 3. Menyebarkan material secara merata tanpa memerlukan alat lain,
4. Ekonomis pada pekerjaan pembukaan lahan
Kapasitas produksi power scraper
Kapasitas Scraper:
Munjung 18.3 m3 Tetapan Beban kg Kapasitas Munjung 18.3 m3 Gaya Penutupan Apron
Maksimum kn Bukaan Apron Maksimum mm Kedalaman Pemotongan Maksimum mm Kedalaman
Spread Maksimum mm Jarak Bebas ke Tanah Maksimum di Pinggiran Tajam mm Gaya Penetrasi
Hidraulik Maksimum kn Kapasitas Peres 13.0 m3 Ketebalan Pinggiran Tajam 22.0 mm
Lebar Pemotongan, Di Luar Router Bit mm TRANSMISI Kecepatan Maksimum
(Bermuatan) 53.9 km/j 1 Maju 5.0 km/j 16
2 Maju 8.9 km/j 3 Maju 12.1 km/j 4 Maju 16.3 km/j 5 Maju 21.9
km/j 6 Maju 29.6 km/j 7 Maju 39.9 km/j 8 Maju 53.9 km/j Mundur 9.2 km/j
HIDRAULIK Aliran Sirkuit Hitch Peredam 40.1 L/mnt Lubang Silinder Hitch Peredam
mm Langkah Silinder Hitch Peredam mm Lubang Silinder Bucket Push/Pull 90.0 mm
Langkah Silinder Bucket Push/Pull mm Aliran Sirkuit Scraper L/mnt 17
Aliran Sirkuit Kemudi Sekunder 39.0 L/mnt Aliran Sirkuit
Kemudi L/mnt Lubang Silinder Kemudi mm Langkah Silinder Kemudi mm Lubang
Silinder Bowl mm Langkah Silinder Bowl mm Lubang Silinder Apron mm Panjang Langkah
Silinder Apron mm Lubang Silinder Ejektor mm Panjang Langkah Silinder Ejektor
mm PENGEMUDIAN Sudut Kemudi Kanan 85º Sudut Kemudi Kiri 82º KAPASITAS ISI ULANG
SERVIS TRAKTOR Karter Engine 33.0 L Tangki Cadangan Ring Kaca Depan 5.0 L 18
Transmisi 70.0 L Diferensial L Final Drive (setiap sisi) 19.0
L Sistem Pendinginan 64.0 L Tangki Cadangan Hidraulik 83.0 L KAPASITAS ISI
ULANG SERVIS SCRAPER Tangki Bahan Bakar L Roda Tanpa Daya 4.0 L STANDAR Standar
Standar ENGINE TRAKTOR TIER 4 INTERIM EPA A.S./EU STAGE IIIB Diameter mm
Kapasitas Silinder 12.5 L Daya Maks (Semua Roda Gigi) (ISO 14396) kw Kecepatan
Engine Referensi Daya Maks RPM Langkah mm 19
Engine Traktor Cat C13 ACERT ENGINE TRAKTOR SEBELUM
KONFIGURASI TIER 3 EPA A.S./EU STAGE IIIA* Diameter mm Kapasitas Silinder 12.5
L Gaya Maks (Semua Roda Gigi) (ISO 14396) kw Kecepatan Engine Referensi Daya
Maks RPM Langkah mm Engine Traktor Cat C13 ACERT BOBOT ALAT BERAT MEMENUHI
STANDAR EMISI TIER 4 INTERIM EPA A.S./EU STAGE IIIB Push-Pull Bermuatan,
berdasarkan beban tetapan kg Push-Pull Bobot Kerja tangki bahan bakar penuh kg
Push-Pull Bobot Pengiriman 10% bahan bakar kg Standar Bermuatan, berdasarkan
beban tetapan kg Standar Bobot Kerja tangki bahan bakar penuh kg Standar Bobot
Pengiriman 10% bahan bakar kg BOBOT ALAT BERAT MENCAPAI TINGKAT EMISI SEBELUM
TIER 3 EPA A.S./EU STAGE IIIA 20
5 ALAT UNTUK MERATAKAN
- Motor grader

Fungsi motor grader
fungsi
grader adalah untuk "penyelesaian akhir" (tepatnya untuk
memperbaiki atau mengatur). "Perataan kasar" biasanya dilakukan oleh
alat berat atau kendaraan konstruksi seperti scraper dan buldoser. Grader biasanya digunakan dalam
konstruksi dan pemeliharaan jalan tanah dan jalan berkerikil
Kapasitas produksi motor grader
Kapasitas produksi motor grader menurut Peraturan menteri pekerjaan
umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang
pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai
berikut
Motor Grader
Data
sesuai dengan spesifikasi teknis, contoh:
- Kapasitas berat operasi: 10.800 kg
- Tenaga mesin: Pw = 135 HP
- Panjang pisau (blade): L = 3,710 m
- Panjang pisau efektif, b = 2,60 m
- Lebar overlap, b0 = 0,30 m
Untuk pekerjaan perataan hamparan
Kapasitas
produksi/jam = Q = (L x{n(b-b0 ) +b0 } x Fa x 60 ) / N x n xT s m²
KETERANGAN:
- Lh adalah panjang hamparan; m,
- bo adalah lebar overlap; m,
- Fa adalah faktor efisiensi kerja;
- n adalah jumlah lintasan; lintasan,
- N adalah jumlah pengupasan tiap lintasan; kali lintasan
- v adalah kecepatan rata-rata; km/h,
- b adalah lebar pisau efektif; m,
- 60 adalah konversi jam ke menit,
- T1 adalah waktu 1 kali lintasan : (Lh x 60) / (v x 1000); menit,
- T2 adalah lain-lain; menit.
- TS adalah waktu siklus, Ts = n∑n-1 Tn menit
Tabel 12 Faktor efisiensi kerja alat (Fa) Motor Grader
Kondisi operasi
|
Faktor efisiensi
|
Perbaikan jalan,
perataan |
0,80
|
Pemindahan
|
0,70
|
Penyebaran (grading)
|
0,60
|
Penggalian (trenching)
|
0,50
|
Pekerjaan perataan hamparan padat
Kapasitas
produksi/ jam= Q= (Lh x{n(b-b0 )+b0 } x Fa x 60 x t) / N x n x Ts x Fk
m2
KETERANGAN:
- Fk adalah faktor pengembangan bahan,
- t adalah tebal hamparan padat; diambil 0,15 m; m,
Untuk pekerjaan pengupasan (grading):
Kapasitas
produksi/ jam= Q = (Lh x {n(b-b0 ) +b0 }x Fa x 60) / N x n x Ts m2
KETERANGAN:
- Lh adalah panjang hamparan; m,
- bo adalah lebar overlap; m,
- Fa adalah faktor efisiensi kerja;
- n adalah jumlah lintasan; lintasan,
- N adalah jumlah pengupasan tiap lintasan; kali lintasan
- v adalah kecepatan rata-rata; km/h,
- b adalah lebar pisau efektif; m,
- 60 adalah konversi jam ke menit,
- T1 adalah waktu 1 kali lintasan : (Lh x 60) / (v x 1000); menit,
- T2 adalah lain-lain; menit.
- TS adalah waktu siklus, Ts = n∑n-1 Tn menit
6. ALAT PEMADAT
A. Tandem roller

Fungsi tandem roller
Alat berat ini terdapat
dua macam yaitu two axle tandem roller (dengan 2 as) dan three axle tandem
roller (dengan 3 as).. Apakah yang dimaksud dengan TANDEM ROLLER...? TANDEM
ROLLER adalah merupakan Alat untuk memadatkan timbunan atau tanah yang akan
diratakan sehingga tanah atau timbunan menjadi padat. Dalam pengerjaannya alat
berat ini biasanya digunakan dalam pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan
jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.
Kapasitas produksi tandem roller
Kapasitas produksi Tandem roller berdasarkan Peraturan menteri
pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016
tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah
sebagai berikut
Tandem roller
Data
sesuai dengan spesifikasi teknis, contoh:
- Berat 8,10 ton
- Lebar roda pemadat (b), 1,680 m.
Kapasitas
produksi / jam : Q = ((be x v x 1000) x t x Fa)/n m³
KETERANGAN:
- be adalah lebar efektif pemadatan =b-b0 (overlap); m
- b adalah lebar efektif pemadatan; (1,2 m); m
- bo adalah lebar overlap; (0,30 m); m
- t adalah tebal pemadatan; m,
- v adalah kecepatan rata-rata alat; (1,5 km/jam); km /jam
- n adalah jumlah lintasan; (6 lintasan; 2 awal, 4 akhir); lintasan
- Fa adalah faktor efisiensi alat; diambil 0,83 (kondisi baik)
- 1000 adalah perkalian dari km ke m.
B. Vibrating roller

Fungsi
Alat Berat Vibration Roller.
Vibration Roller adalah Merupakan alat berat yang digunakan
untuk menggilas, memadatkan hasil timbunan, sehingga kepadatan tanah yang
dihasilkan lebih sempurna. Efek yang ditimbulkan oleh Vibration Roller adalah
gaya dinamis terhadap tanah, dimana butir-butir tanah cenderung mengisi
bagian-bagian kosong yang terdapat diantara butir-butirnya.
Kapasitas
produksi Vibrator roller
Kapasitas produksi Vibrator roller berdasarkan Peraturan
menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor
28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan
umum adalah sebagai berikut
Vibrator roller
Data
sesuai dengan spesifikasi teknis, contoh:
- Berat 7,05 ton
- Lebar total roda pemadat (b): 1,680 m.
Kapasitas
produksi / Jam : Q = ((be x v x 1000) x t x Fa)/ n m³
KETERANGAN:
- be adalah lebar efektif pemadatan =b-b0 (overlap); m
- b adalah lebar efektif pemadatan; (1,680 m); m
- bo adalah lebar overlap; (0,20 m); m
- t adalah tebal pemadatan; m,
- v adalah kecepatan rata-rata alat; (diambil 4,0 km/jam); km /jam
- n adalah jumlah lintasan; (diambil 8 lintasan); lintasan
- Fa adalah faktor efisiensi alat; diambil 0,83 (kondisi baik),
- 1000 adalah perkalian dari km ke m.
C. Tired
roller

Fungsinya
Alat ini biasa juga disebut dengan Universal Compactor,
roda-roda penggilasnya terdiri dari ban karet yang dipompa (pneumatic).
Penggilas dengan ban ini memiliki ciri khusus dengan adanya kneading effect, dimana
air dan udara dapat ditekan keluar (pada tepi-tepi ban) yang segera akan
menguap pada keadaan udara yang kering, kneading effect ini sangat membantu
dalam usaha pemampatan bahan-bahan yang banyak mengandung lempung atau tanah
liat.
Kapasitas produksi
Kapasitas produksi
Pneumatic tire roller berdasarkan Peraturan menteri pekerjaan umum dan
perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang pedoman
analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai berikut
Pneumatic
tire roller
Data sesuai dengan
spesifikasi teknis, misal contoh:
·
Berat 9,0 ton
·
Lebar total roda pemadat (b): 2,290 m.
Kapasitas produksi / jam :
Q = (be x v x 1000 x t x Fa) / n m³
KETERANGAN:
·
be adalah lebar efektif pemadatan =b-b0
(overlap); m
·
b adalah lebar efektif pemadatan; (2,290 m);
m
·
bo adalah lebar overlap; (0,30 m); m
·
t adalah tebal pemadatan; m
·
v adalah kecepatan rata-rata alat; (diambil
2,5 km/jam); km/jam
·
n adalah jumlah lintasan; (diambil 4
lintasan); lintasan
·
Fa adalah faktor efisiensi alat; diambil
0,83 (kondisi baik)
·
1000 adalah perkalian dari km ke m
D. Grid roller

Fungsinya
Alat ini digunakan untuk memadatkan tanah atau material. Grid
Roller memiliki fungsi yang sama seperti Alat-Alat pemadat tanah lainnya hanya
saja perbedaannya terdapat pada mesin penggilas. Nah Berikut adalah
penjelasan tentang fungsi Grid Roller alat pemadat tanah.
Kapasitas produksi Vibrator
roller
Kapasitas produksi Vibrator roller berdasarkan
Peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor
28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan
umum adalah sebagai berikut
Vibrator roller
Data
sesuai dengan spesifikasi teknis, contoh:
- Berat 7,05 ton
- Lebar total roda pemadat (b): 1,680 m.
Kapasitas
produksi / Jam : Q = ((be x v x 1000) x t x Fa)/ n m³
KETERANGAN:
- be adalah lebar efektif pemadatan =b-b0 (overlap); m
- b adalah lebar efektif pemadatan; (1,680 m); m
- bo adalah lebar overlap; (0,20 m); m
- t adalah tebal pemadatan; m,
- v adalah kecepatan rata-rata alat; (diambil 4,0 km/jam); km /jam
- n adalah jumlah lintasan; (diambil 8 lintasan); lintasan
- Fa adalah faktor efisiensi alat; diambil 0,83 (kondisi baik),
- 1000 adalah perkalian dari km ke m.
E. Sheep foat roller

Fungsinya
Yang disebut tamping roller adalah alat pemadatan yang berupa
sheep's foot roller. Pemadat ini berfungsi memadatkan tanah lempung atau
cam-puran pasir dan lempung. Alat ini tidak dipakai untuk memadatkan tanah
dengan butir kasar, seperti pasir dan kerikil. Dalam pengoperasiannya, tamping
roller ada yang dapat bergerak sendiri maupun ditarik oleh alat lain. Jenis
alat pemadatan ini mempunyai roda baja yang pada permukaannya terdapat
gigi-gigi. Setiap roller atau rodanya mempunyai lebar dan keliling yang
bervariasi. Setiap unit alat pemadatan terdiri dari satu atau lebih roda.
Kapasitas produksi
1. Kapasitas produksi Tamping Roller (Sheep
Foot Roller)
Perhitungan produktifitas yang dihasilkan
dalam proses pemadatan menurut spesifikasi teknis.
Contoh :
Kecepatan rata-rata (V) : 32km/jam
Tinggi lapisan (H) : 0,25m
Lebar efektif ban (We) : 1,8m
Efisiensi kerja alat (E) : 0,90
Jumlah lintasan (N) : 8
Qp = We x V x H x 1000 x E/N
= 1,8 x 32 x 0,25 x 1000 x 0,90/8
= 1620 m^3/jam
Ket : Qp = produktifitas sheep foot roller
(m^3/jam)
We = lebar efektif ban (m)
V = kecepatan rata-rata (m)
H = tinggi lapisan (m)
E = efisiensi kerja alat
N =
jumlah lintasan
















No comments:
Post a Comment