Friday, April 28, 2023

Buton Granular Asphalt (BGA)

        Buton Granular Asphalt atau BGA merupakan salah satu produk aspal alam yang ditemukan di pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aspal ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan tambah maupun bahan inti pada perkerasan jalan di Indonesia. Pemanfaatan dan penggunaannya juga diharapkan dapat meningkatkan produksi pada perusahaan penambang yang ada di pulau Buton. BGA mengandung kurang lebih 20-25 % bitumen. Dan memiliki butiran halus yang ukuran maksimumnya 1.2 mm (lolos saringan #16). Di dalam Asbuton terdapat dua jenis unsur utama, yaitu aspal (bitumen) dan mineral. Asbuton memiliki stabilitas yang lebih tinggi dan juga lebih tahan retak akibat cuaca maupun lingkungan. Asbuton juga memiliki produk samping dengan manfaat besar seperti high oil, bentonit, mineral (fosfat dan kapur). Menurut penelitian yang dilaksanakan oleh Puslitbang Prasarana Transportasi dalam laporan “Penggunaan Buton Granular Asphalt di dalam Campuran Aspal Panas” (Kurniaji dkk 2010) melaporkan data-data sebagai berikut : Sifat fisik aspal asbuton cenderung keras dengan nilai presentasi yang rendah, juga didukung oleh hasil uji kimia, dengan kandungan asphaltene yang tinggi. Dari uji kimia disimpulkan bahwa bitumen asbuton mempunyai keawetan yang baik dan tidak terkena pengaruh buruk parafin. Di sisi lain dapat juga dijelaskan bahwa pada prinsipnya bitumen mengandung tiga komponen esensial penting yang keberadaannya memperngaruhi sifat-sifat bitumen yaitu asphaltene dan adanya resin ditunjukkan oleh parameter maltene, sedangkan minyak dalam bitumen telah hilang atau sedikit dan tidak mengandung asbuton paraffin atau belerang Mineral pada BGA sangat halus, sehingga mineral yang lolos saringan 200 dapat berfungsi sebagai filler. 

 

Tabel Spesifikasi BGA No Spesifikasi 
1 Bentuk                  Powder halus 
2 Kadar Aspal         20% - 25% 
3 Mineral Filler       70% - 75% (Lime stone) 
4 Kadar Air             2%