Buton Granular Asphalt atau BGA merupakan salah satu produk aspal alam yang
ditemukan di pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aspal ini diharapkan dapat
digunakan sebagai bahan tambah maupun bahan inti pada perkerasan jalan di
Indonesia. Pemanfaatan dan penggunaannya juga diharapkan dapat meningkatkan
produksi pada perusahaan penambang yang ada di pulau Buton. BGA mengandung
kurang lebih 20-25 % bitumen. Dan memiliki butiran halus yang ukuran maksimumnya
1.2 mm (lolos saringan #16). Di dalam Asbuton terdapat dua jenis unsur utama,
yaitu aspal (bitumen) dan mineral. Asbuton memiliki stabilitas yang lebih tinggi
dan juga lebih tahan retak akibat cuaca maupun lingkungan. Asbuton juga memiliki
produk samping dengan manfaat besar seperti high oil, bentonit, mineral (fosfat
dan kapur). Menurut penelitian yang dilaksanakan oleh Puslitbang Prasarana
Transportasi dalam laporan “Penggunaan Buton Granular Asphalt di dalam Campuran
Aspal Panas” (Kurniaji dkk 2010) melaporkan data-data sebagai berikut : Sifat
fisik aspal asbuton cenderung keras dengan nilai presentasi yang rendah, juga
didukung oleh hasil uji kimia, dengan kandungan asphaltene yang tinggi. Dari uji
kimia disimpulkan bahwa bitumen asbuton mempunyai keawetan yang baik dan tidak
terkena pengaruh buruk parafin. Di sisi lain dapat juga dijelaskan bahwa pada
prinsipnya bitumen mengandung tiga komponen esensial penting yang keberadaannya
memperngaruhi sifat-sifat bitumen yaitu asphaltene dan adanya resin ditunjukkan
oleh parameter maltene, sedangkan minyak dalam bitumen telah hilang atau sedikit
dan tidak mengandung asbuton paraffin atau belerang Mineral pada BGA sangat
halus, sehingga mineral yang lolos saringan 200 dapat berfungsi sebagai filler.
Tabel Spesifikasi BGA No Spesifikasi
1 Bentuk Powder halus
2 Kadar Aspal 20% - 25%
3
Mineral Filler 70% - 75% (Lime stone)
4 Kadar Air 2%
No comments:
Post a Comment